Belajar di Pinggir Jalan#2: Plat Nomor

July 27th, 2010 § 1

Rp 50.000,- untuk ukuran plat nomor mobil, Rp 25.000,- untuk motor. Waktu pembuatan +/- satu jam.

Teknik embos manual. Palu kayu + karaktek-karakter mika + lembaran alumunium + mata yang baik + sedikit waktu, membuat huruf dan angka terangkat, timbul dari metal yang semula rata.

Belajar Di Pinggir Jalan #1: Tambal Ban Motor

July 27th, 2010 § 0

Tambal Ban vespa Rp 7.000,- + 25 menit.

  1. Ban yang kempes dilepaskan dari pemutarnya.
  2. Ban dalam dikeluarkan, dipisahkan dari ban luar.
  3. Ban dalam diisi angin, dicelup dalam ember berisi air, sambil diperhatikan bagian mana yang meniupkan balon-balon udara.
  4. Tusuk lubang yang ditemukan berlubang dengan korek api kayu sebagai penanda.
  5. Cabut batang korek api tadi, dan gosok bagian berlubang dengan sikat besi halus.
  6. Letakkan ban dalam itu di samping, sebentar, untuk menyalakan kompor penjepit.
  7. Ambil ban dalam tadi, oleskan lem karet dan tumpuk dengan sepotong karet (bekas ban dalam lain).
  8. Sampil menjepitnya dengan jari, letakkan bagian ban dalam yang telah diberi lem dan sepotong karet itu ke bawah penjepit. Hati-hati, penjepit (mestinya) panas
  9. Putar tuas beberapa kali, sehingga menjepit ban dalam, lem, dan potongan karet.
  10. Sambil menunggu, sekarang giliran ban luar.
  11. Periksa apakah (masih) terdapat obyek tajam diam menusuk.
  12. Bila ada, cungkil, cabut dan buang ke tempat sampah yang tersedia.
  13. Beberapa menit menunggu, lepaskan ban dalam dari jepitan panas tadi.
  14. Kemudian lakukan proses kebalikan tahapan tadi.
  15. Tak lama, ban kempes tadi siap untuk berputar kembali.

OHAJE: Obrolan Hasil Jalan-jalan

July 23rd, 2010 § 0

OHAJE
Ngobrol-ngobrol santai, berbagi (sharing) hasil jalan-jalan


Senin, 26 Juli 2010
Pukul 09.30
Ruang Seminar
Gedung K, lantai 4
Fakultas Serirupa dan Desain
Universitas Tarumanagara

Pembuka: Kepala Studio Seni Rupa: Juli Asmanto
Jalan-jalan ke Juwana dan Lasem: dari bangunan tua hingga sejarah studio foto di Juwana: Arief Adityawan S. + Enrico Halim + Leonard Pratama
Pemberdayaan masyarakat dan Batik Juwana: Ester Rini Pratsnawati
Batik Lasem dan keunikannya: Enny Raraswati
Penanggap: “Meneliti itu Mudah”: Noeratri Andanwerti

Empat Jam di Lasem #4: Nomor dan Tanda

July 19th, 2010 § 0

Empat Jam di Lasem #3: Rumah Pojok

July 19th, 2010 § 0

Rumah di persimpangan jalan utama di Lasem ini menarik.

Arsitekturnya campur aduk bukan gaya cina, sedikit terlihat gaya kolonial. Ada bagian yang meninggi di depan, seperti menara pengintai. Tangga untuk ke ‘menara’ sepertinya bukan ‘asli’, karena sudut anak tangganya tidak nyaman.

Tiga kamar di dalamnya terpisah dari kamar mandi yang terletak di halaman belakang.

Rumah ‘aneh’ ini ditinggalkan oleh pemiliknya sejak lama, dan untuk sementara dijadikan tempat tinggal pegawai toko telpon genggam yang tak jauh dari lokasi.

Empat Jam Di Lasem #2: Pabrik Tegel

July 19th, 2010 § 0

Dulu bernama Tegel Fabriek Lasem Lie Thiam Kwie.

Luas sekali pekarangan belakangnya. Taman yang luas dengan pohon-pohon besar menolak kenyataan, bahwa lokasinya berada di samping jalan yang berisik. Pabrik ubin di belakang, sekarang hanya memproduksi bata ‘konblok’ atau ubin berdasarkan pesanan, itupun bila cetakan tegel masih bisa ditemukan dan belum rusak.

Empat Jam di Lasem #1: Tembok dan Pintu

July 19th, 2010 § 0

Sebentar di Juwana #4: Stasiun Badminton

July 19th, 2010 § 0

Menjauh kurang lebih 50 meter dari jalan raya Pantura, bekas stasiun kereta Juana menjadi lapangan badminton tertutup bagi warga.

Tiang-tiang dan balok-balok kayu jati besar menopang atap seng tebal dari abad 20.

Sebentar di Juwana #3: ‘ngejreng’-nya warna pesisir

July 19th, 2010 § 0

Banyak benda berwarna ‘ngejreng’ di Kota Juwana.

Sebentar di Juwana #2: Banyak Pintu di Sana

July 19th, 2010 § 0

Juwana merupakan kota tua yang belum populer.

Konon, dulu banyak pengrajin kuningan dan batik di sini. Sekarang ‘terkenal’ dengan produksi kecap gentong, terasi, dan petis pekatnya.

Aku jalan-jalan santai menikmati banyak bangunan tua. Terutama ragam pintu-pintunya.

Where Am I?

You are currently browsing the jalan category at aikonia.