Obrolan Warga di Taman Suropati

April 20th, 2013 § 0 comments § permalink

Memperingati Hari Kartini dan Hari Bumi
21 April 2013

Hari Kartini, Hari Bumi

Kegiatan ini merupakan acara yang digagas untuk berbagi pengalaman mengenai usaha memperbaiki ruang hidup kita di Jakarta, terutama yang berkaitan dengan lingkungan hidup.

Kami akan sangat bangga apabila dapat berbagi berbagi gagasan yang baik bagi Kota Jakarta dan penghuninya, dan untuk acara Hari Kartini Hari Bumi ini kami ingin menampilkan para pembicara sebagai berikut;

1. Ukke Kosasih, Circa
Berbagi mengenai pengalamannya melatih warga dalam pembuatan handicraft,
2. Reda Gaudiamo
Berbagi mengenai buku Serial Catatan Kemarin: Na Willa dan pengalamannya menerbitkannya secara patungan,
3. Puput Ahmad Safrudin, KPBB
Berbagi mengenai gagasan Car Free Day dan penerapannya hingga hari ini,
4. Nizamudin Aulia, Team Manager ‘Sadewa Otto’, Universitas Indonesia
Tim ini akan berlaga di ajang Shell Eco-marathon, Sepang, Kuala Lumpur dengan ciptaan timnya, yaitu: mobil hemat energi. Tim ini menampilkan purwarupa (prototipe) mobil dari tim tahun lalu yang berhasil memenangkan piala,
5. Joddy Krisnadi, Mobil Elektrik Indonesia
Berbagi soal pengalamannya melakukan konversi mobil bertenaga mesin BBM ke mobil bertenaga listrik, dan suka dukanya. BioBemo juga merupakan produk ‘hasil’ kolaborasi komunitas ini.
6. Ingri Lalan, Tim mobil Etanol STKIP Surya
Berbagi soal rencana pertarungan di Sirkui Sepang, Bulan Juli mendatang,
7. Anugrah Nurrewa, BikeBdg
Berbagi soal komunitas bike-sharing pertama di Indonesia,
8. Adityayoga, Indonesier
Berbagi soal Bingkai Nusantara, komunitas yang mengajak banyak keluarga untuk berfoto bersama.

Adapun acara ini diharapkan akan dapat diselenggarakan pada;
Hari/tanggal Minggu, 21 April 2013
Bertempat di Taman Suropati
Pada pukul 08.30 – 10.30 WIB

Kegiatan
Yoga Gembira oleh Yudhi Widdyantoro, pukul 07.00 sampai 08.30
Obrolan Warga, pukul 08.30 – 10.30
Konperensi Pers Paguyuban Bemo Jakarta, pukul 10.30
Foto keluarga di taman oleh Bingkai Nusantara, pukul 10.30
Musik oleh @suROCKpatiJAMM
Gelaran;
Buku Serial Catatan Kemarin: Na Willa
Circa Handmade
Pop-up Market, Ruang kolekan
The Cookie Lady
Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Bina Nusantara

Catatan
1. Penggerak kegiatan juga akan mengundang warga yang berumah di sekeliling Taman Suropati untuk hadir dan meramaikan Obrolan Warga di Taman Surapati,
2. Pengunjung diharap menjaga kebersihan Taman Suropati dengan tidak membuang sampah, serta memungut sampah yang ditemui saat beraktivitas di Taman Suropati,
3. Membawa minum dan makanan dengan kemasan TIDAK berbahan styro-foam,
4. Pengunjung dianjurkan menggunakan kendaraan umum, berjalan kaki, bersepeda, berkendaraan tenaga listrik atau yang rendah emisi karbon,
5. Diharap pengunjung tidak merokok dalam lingkungan Taman Suropati.

Pendahuluan
Hari Bumi yang diperingati di seluruh dunia setiap tanggal 22 April dicetuskan oleh Gaylord Nelson, anggota Senat di Amerika Serikat, bersama gerakan masyarakat sipil sejak 1970. Dasar pemikiran peringatan hari bumi ini bermula dari kepedulian dan keprihatinan terhadap kondisi lingkungan hidup global yang makin memburuk akibat eksploitasi berlebihan oleh manusia. Gerakan lingkungan hidup ini menjadi semakin penting setelah isu perubahan iklim dan pemanasan global mengemuka di era 2000-an. Gerakan ini kemudian diadopsi oleh PBB sebagai Hari Ibu Bumi internasional sejak 2009. Berbagai hal terus dilakukan oleh masyarakat dunia sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan hidup. Termasuk misalnya gerakan Earth Hour yang diselenggarakan pertama kali pada 2007 oleh World Wildlife Fund Australia di kota Sydney, yaitu gerakan mematikan lampu selama satu jam, untuk penghematan enerji.

Di Indonesia gerakan untuk memperingati Hari Bumi berlangsung setidaknya sejak 1990-an. Sementara itu untuk mengurangi emisi gas buang, kota Jakarta menjalankan program Car-Free-Day, hari bebas-Mobil. Memang gerakan lingkungan hidup di Indonesia terus bergulir, walau berjalan dengan sangat lambat. Namun hal positifnya adalah bahwa upaya kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup ini terus meningkat dengan adanya komitmen, keterlibatan dan kerjasama antara warga dan lembaga-lembaga sosial, dengan pihak pemerintah dan pihak swasta. Tanpa kesadaran dan kerja sama erat antara berbagai pihak maka upaya pelestarian lingkungan hidup ini menjadi sangat sulit dan lambat.

Satu masalah di antara banyak permasalahan terpenting dalam pelestarian alam ini, adalah bagaimana menurunkan polusi akibat gas buang kendaraan bermotor. Berbagai hal yang menyebabkan lemahnya kesadaran akan polusi dari kendaraan bermotor, khususnya di Indonesia: pertama adalah kurangnya kesadaran warga di satu sisi, serta kurangnya upaya dari pemerintah untuk mendorong berkembangnya industri otomotif berbasis enerji terbarukan. Selain itu kendala lainnya tentu saja biaya tinggi yang harus dikeluarkan oleh industri otomotif untuk melakukan konversi mesin penggerak kendaraan bermotor. Indonesia dengan jumlah penduduknya yang sangat besar, dan pertumbuhan ekonominya yang terus meningkat, maka permasalahan polusi kendaraan bermotor semakin menjadi mengingat indonesia adalah pasar otomotif konvensional yang sangat besar. Bahkan memang hampir di seluruh dunia, jalan raya masih didominasi oleh kendaraan bermotor Bensin.

Permasalahan
Upaya untuk mengajak masyarakat maupun pemerintah memahami betapa pentingnya mengubah pola transportasi yang digunakan harus dimulai, walau dengan langkah yang sangat kecil dan sederhana. Lingkaran setan dalam permasalahan konversi enerji tidak akan selesai bila hanya diperdebatkan. Dalam hal ini maka BioBemo sebagai salah satu upaya gerakan akar-rumput yang sangat sederhana dan kecil untuk megatasi masalah polusi. Biobemo adalah upaya gotong-royong warga untuk meremajakan Bemo berbahan bakar bensin campur yang polutif, dikonversi menjadi bemo listrik tanpa emisi gas buang. Pemahaman Biobemo ramah-lingkungan memang mempunya catatan penting, bahwa penggunaan listrik di DKI, sementara ini masih berbasis pembangkit tenaga listrik yang belum menggunakan enerji terbarukan.

Tujuan Program Biobemo ini adalah agar bemo dapat kembali hidup di kota Jakarta ini, menghidupi kota Metropolitan ini, selain menghidupi juga warga pengemudi Bemo yang selama ini makin terpinggirkan oleh kemajuan jaman. Dengan skala kerja demikian maka upaya ini tidak dapat dilihat dalam kerangka pikir manufaktur atau industri besar padat-modal. Biobemo merupakan bagian dari upaya ‘survival’ para pengemudi Bemo, dengan inisiatif dari Yayasan Aikon yang nirlaba, untuk memperbaiki nasib pengemudi Bemo itu sendiri maupun kondisi tranportasi publik agar lebih ramah-lingkungan. Penting untuk digaris-bawahi adalah bahwa Biobemo bukanlah program padat teknologi dan padat-modal, karena Biobemo adalah program pemberdayaan sosial dari masyarakat warga kota secara gotong-royong, memanfaatkan teknologi tepat-guna dan ramah-lingkungan berbiaya terjangkau, dengan memperhatikan aspek budaya dan historis.

Mengapa dimulai dari Bemo? Hal ini karena Bemo sebagai transportasi publik yang masih terus dibutuhkan untuk lingkungan pemukiman warga, juga memiliki nilai historis dan ‘tabungan emosional’ tinggi di warga penggunanya. Nama Bemo berasal dari kata “becak motor” yang menjelaskan upaya pemerintah mengganti dan memodernisasi transportasi publik dari Becak menjadi kendaraan bermotor. Bemo yang nama aslinya Daihatsu Trimobile, masuk ke Jakarta pada era Soekarno, menjelang diselenggarakannya Ganefo (Games of Emerging Forces Organization) pada 1963. Sejak itulah Bemo menyebar di berbagai kota di pulau Jawa.

Dalam waktu dekat diharapkan pengembangan Biobemo akan dibangun berbasis open source, artinya rincian teknis dalam proses peremajaan Bemo menjadi Biobemo akan dibuka seluas mungkin sehingga dapat diakses siapapun secara gratis. Dengan demikian pengemudi Bemo atau siapa pun yang minat, dapat membangun atau merakit Biobemo sendiri tanpa harus melalui sejenis produsen otomotif ataupun perantara/dealer Bemo. Pengemudi atau pemilik Bemo dapat memesan langsung perangkat motor listrik ke pabriknya untuk kemudian memasangnya sendiri, dengan asistensi dari aikon :: Yayasan Pikir Buat Nusantara, apabila dibutuhkan. Dengan sistem demikian diharapkan Biobemo dapat semakin mudah dan meluas penggunaannya.

Pembicara + Partisipan

Adityayoga, Indonesier
{bingkai nusantara} sebuah inisiatif sederhana yang sadar akan kekuatan “kehangatan keluarga” mengajak semua individu untuk mempererat ikatan keluarga dalam sebuah bingkai memori yang terekam dalam sebuah lembar foto keluarga. “Satu Keluarga se-Nusantara” menjadi jiwa {bingkai nusantara} untuk mengajak seluruh Indonesier* berbagi foto keluarga, dan dengan sadar menjadi satu keluarga yang hangat dari sabang sampai merauke. {bingkai nusantara} adalah sebuah inisiatif dari www.hiduplahindonesiaraya.com dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh komunitas ‘wiken tanpa ke mall’.
+62815.141.86902
bingkai.nusantara.id@gmail.com

Anugerah Nurrewa, BikeBdg
BikeBdg didirikan di pertengahan 2012, merupakan komunitas bike-sharing pertama di Indonesia. Bike-sharing adalah sebuah sistem layanan transportasi umum berupa sepeda yang dapat disewakan untuk perseorangan sebagai transportasi sehari-hari. Menyediakan sepeda yang dapat digunakan sebagai transportasi alternatif selain kendaraan bermotor yang diharapkan dapat berdampak baik terhadap pengurangan polusi udara dan suara serta kepadatan lalu-lintas. BikeBdg menyewakan sepeda yang sampai saat ini, tersebar di 10 titik shelter di kawasan Bandung.

Joddy Krisnadi, Electric Vehicle Indonesia atau Mobil Elektrik Indonesia
Sebuah proyek privat menjadi komunitas yang mengkonversi kendaraan konvensional yang berbahan bakar bensin atau solar, ke kendaraan bertenaga listrik / hybrid.
Bersama Tenny Bagindo, ia memulai komunitas ini di 2011. Saat ini anggotanya telah berjumlah 90 orang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, saling berbagi pengalaman sekitar penggunaan energi listrik kendaraan dan lainnya. Tujuan komunitas ini adalah mendorong penghematan penggunaan bahan bakar minyak yang saat ini menipis dan akan diberlakukannya regulasi pembatasan BBM bersubsidi oleh pemerintah.

Puput Ahmad Safrudin, Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB)
+62816.897959
puput@kpbb.org
www.kpbb.org
http://ahmadsafrudin.blogspot.com/

Reda Gaudiamo
Ibu dari Soca Sobhita, istri dari Eddie Prabu ini sebenarnya sudah suka menulis sejak kecil. Tetapi baru benar-benar memanfaatkannya sebagai sumber mata pencaharian di jaman kuliah dan akhirnya berlanjut sampai sekarang. Reda juga suka menyanyi.
Meskipun pernah bekerja di lebih dari sepuluh perusahaan, karier Reda Linda Gaudiamo sebetulnya banyak dihabiskan pada bidang kreatif, dan terutama pada dunia tulis menulis. Semasih menjadi mahasiswa di Jurusan Sastra Perancis, Universitas Indonesia (1981-1986), ia telah menulis cerpen untuk mencari tambahan uang jajan.
Setelah lulus ia bekerja di pelbagai media cetak, seperti Gadis, Mode, HAI, dan Cosmopolitan. Ia pernah pula bekerja di Avon Indonesia, sebuah perusahaan kosmetik, itu pun sebagai penulis teks iklan (copywriter). Setelah itu, Reda banyak berkecimpung di sejumlah agen periklanan, dari sebagai senior copywriter sampai creative director di Ogilvy, McCann Erickson dan Bates Indonesia.
Naskahnya memenangkan Lomba Penulisan Cerita Pendek Majalah Femina (1990), Lomba Penulisan Novel Femina (1990), dan Lomba Penulisan Cerita Pendek Majalah Gadis (1991). Cerpennya dimuat dalam buku kumpulan cerpen Gallery of Kisses & China Moon (2002 & 2003). Sementara, kumpulan cerita pendeknya, Bisik-bisik, diterbitkan oleh EKI Press pada 2004.
Bersama Ari Malibu, ia membuat musikalisasi puisi Sapardi Djoko Damono. Albumnya antara lain Hujan Bulan Juni (1989), Hujan dalam Komposisi (1996), Becoming Dew (2007). Akan ke Manakah Angin merupakan rekaman lain, yang juga merupakan musikalisasi puisi Emha Ainun Najib, Acep Zamzam Noor, dan AGS Arya Dipayana.
Kini tamatan program S2 Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia yang lahir di Surabaya, 1 Agustus 1962 ini sedang asyik menimba pengalaman baru di dunia minyak dan gas, setelah sebelumnya selama 4 tahun menjadi penerbit untuk tujuh majalah perempuan dari grup Kompas-Gramedia: Kawanku, Sekar, CHIC, Prevention, InStyle, MORE, dan Martha Stewart Living. Pada 2008 ia terpilih sebagai salah satu dari 14 penulis yang diundang mengikuti Ubud Writers & Readers Festival.
@RedaGaudiamo
http://madametigresse.blogspot.com/
facebook: Reda Gaudiamo

Pop-up Market
Merupakan bagian dari Ruang Kolekan, gerakan konversi amal. Pop-up market ini menjual barang-barang beraneka ragam, mulai dari barang sandang, aksesoris, karya foto, dan lain-lain yang dikirim publik. Seluruh hasil penjualan dari pop up market ini akan disumbangkan untuk komunitas anak-anak pengidap kanker di Rumah Sakit Dhamais.

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi;
Inggita Notosusanto: 08111.62646, inggita@gmail.com
Arief Adityawan: 0858.640.65146, arifaditya@yahoo.com
Enrico Halim: 0811.951.087, rico@aikon.org

Bemo masuk Galeri

March 8th, 2012 § 0 comments § permalink

Jumlahnya 37 orang anak, dengan usia yang beragam. Sendy dan Riski berusia 13 tahun, sementara ada juga yang masih kecil – mungkin 4 tahun – seusia TK. Minggu 4 Maret 2012 lalu, mereka ‘menyerbu’  Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) naik Bemo bersama beberapa orang ibu, dan empat pengemudi Bemo. Anak-anak itu mungkin adalah anak, cucu, keponakan, atau tetangga dari pengemudi Bemo. Rombongan ini adalah warga daerah Karet-Bivak, di samping Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Kecamatan Tanah Abang. Pemimpin iring-iringan Bemo ini adalah pak Kinong, yang akrab disapa anak-anak itu sebagai Ayah Kinong. Siang itu, di Galeri dimana berlangsung Pameran foto dan grafis PANC?SILA, langsung berubah ceria dan hangat dengan celoteh anak-anak.

Nonton dan Menggambar Bersama

Kehadiran mereka tak lepas dari keberadaan sebuah Bemo yang dipamerkan di Galeri tersebut untuk memeriahkan pameran fotografis Panc?sila. Bemo yang konon akan digusur merupakan cermin dari  tersingkirnya masyarakat miskin kota yang pasrah. Bemo itu memang berasal, dibeli dan dibenahi, di daerah Karet Bivak situ. Di kaca depan bemo tersebut tertulis nama: Dewi Anjar, panggilan sayang Bemo itu. Di samping bemo tertera sticker: Hivos, Grafisosial, Berbeda Merdeka 100%, dan Aikon. Organisasi yang disebut terakhir adalah perintis dari proyek ini. Sedangkan di moncong bemo tertera gambar tempel patungan.net. Bemo ini merupakan bagian dari Program Revitalisasi Bemo, yang melingkupi percobaan aplikasi Internet Keliling (Netling) dan media penyebaran informasi situs patungan.net.

Begitu datang anak-anak itu langsung duduk di tangga Galeri Antara, menghadap Dewi Anjar. Di dekatnya terpasang sebuah laptop dan proyector LCD, siap memutar film. Belum film selesai, sebagian anak-anak tersebut mulai gelisah, mereka berdiri, dan berlarian di dan sebagian lagi ke luar Galeri. Karena itu acara langsung dilanjutkan dengan menggambar bersama. Nama tiap anak dipanggil untuk kemudian dikelompokkan dalam lima kelompok, sesuai jumlah alat gambarnya. Asiklah mereka menggambar bebas – dengan syarat ada gambar Bemo di dalam gambar mereka itu.

Diskusi Nasib Bemo

Ketika anak-anak itu sibuk menggambar, para orang tua diajak ngobrol santai dengan Marco Kusumawijaya peneliti soal kota, arsitek, serta pendiri sekaligus Direktur Rujak.org – sebuah organisasi not-for-profit yang meneliti dan mendorong perbaikan kota Jakarta.

Diskusi berlangsung santai. Kinong berserta ibu-ibu warga Karet bertukar pengamatan dengan Marco, Nina, dan pengunjung lain. Mereka setuju, bahwa bemo merupakan kendaraan yang meng-akrab-kan penggunanya. Nina, salah seorang pengunjung memilih bemo sebagai alat transportasi pulang ke tempat tinggalnya di daerah Tanah Abang di malam hari. Sama dengan seorang ibu pengunjung lain, menganggap bemo lebih nyaman, aman, tidak berisiko pemerkosaan, seperti yang terjadi bekalangan ini. Pengemudi bemo, biasanya sudah lama dikenal, karena jumlahnya yang tidak terlalu banyak, dan mudah diketahui tempat tinggalnya.

Penutup

Setelah selesai, anak-anak itu menyerahkan gambar mereka pada panitia, yang kemudian menempelkan mereka di pinggiran tangga galeri, yang selama ini dibiarkan kosong. Mungkin ini baru pertama kalinya tangga itu pakai untuk menggantung karya. Mungkin ini kali pertama pula anak-anak berpameran di Galeri Foto Jurnalistik Antara yang kondang itu. Anak-anak itu terlihat senang dan puas, ketika memandangi karya mereka dipamerkan. Waktu terasa berlangsung cepat, pukul 14.00 mereka tiba, pukul 17.00 mereka kembali menaiki keempat Bemo untuk pulang. Walau berlangsung singkat, semoga ini jadi pengalaman yang bermanfaat bagi anak-anak Karet Bivak, dan juga bagi upaya pelestarian Bemo.

Arief Adityawan S.
Enrico Halim

Jadwal Program Do Good Indonesia

May 25th, 2011 § 0 comments § permalink

Do Good Indonesia

May 12th, 2011 § 0 comments § permalink

Jakarta

27 Mei 2011

Seminar Beyond Brand and Design di Fcone, FX

 

28 Mei 2011

Kunjungan ke Sekolah Menengah Kejuruan Grafika Desa Putera, Srengseng

Kunjungan ke Universitas Binus

Diskusi Informal di Gedung 28 bersama Adgi, DKV-Binus, dan komunitas kreatif Jakarta

 

29 Mei 2011

Diskusi sertifikasi Adgi

Kunjungan ke Good Dept, Plaza Indonesia

 

Yogyakarta dan Temanggung

29 Mei 2011

Kunjungan Angkringan Wongso, Nitiprayan

 

30 Mei 2011

Workshop bersama seniman Yogya di Kilometer Nol

Diskusi informal dengan Adgi Yogyakarta dan komunitas kreatif Jawa Tengah di Purbayan

 

31 Mei 2011

Kunjungan ke Studio Magno, Temanggung

 

1 Juni 2011

Kunjungan ke Pasar Bringharjo

 

Bali

1 Juni 2011

Diskusi informal dengan tuan rumah Ubud Writters

 

2 Juni 2011

Diskusi informal dengan tuan rumah Taman 65

 

3 Juni 2011

Kunjungan ke Little Tree

Bedah buku Do Good Design di Bentara Budaya Bali

 

4 Juni 2011

Pembukaan Pameran Wonderground bersama desainer, arsitek, dan seniman Indonesia

Diskusi informal dengan Adgi Bali dan komunitas kreatif Bali

==

*Seminar David Berman: Beyond Brand and Design: Bagaimana Pencitraan yang menguntungkan dan bertanggung jawab.
Jumat, 27 Mei 2011
10.00 – 16.00
FX Mall, Jl. Jend Sudirman
Tiket :
Umum : Rp. 750.000,- (Pembelian minimal 5 tiket @ Rp. 600.000,-)
Early Bird : Rp. 600.000,- (Pembelian minimal 5 tiket @ Rp. 500.000,-)
Harga Khusus anggota  ADGI , silakan hubungi Siswanto +62 818 930 888
Mahasiswa : Rp. 400.000,- (Pembelian minimal 5 tiket @ Rp. 350.000,-)
Early Bird for Student : Rp. 300.000,- (pembelian minimal 5 tiket @ Rp. 250.000,-)

Informasi pendaftaran seminar:
•    Twitter : @scopa_dbseminar
•    Facebook : Scopa David Berman Seminar
•    E-mail : scope_dbseminar@yahoo.com
•    Corporate : Jacqueline (+62 21 9778 7550) & Deasy (+62 817 726 483)
•    Akademisi : Shelmi  (+62 818 0880 5522)

Mari Menolak Lupa

May 9th, 2011 § 2 comments § permalink

Jumat
6 Mei 2011
Roadshow Media – Kompas
Kontras

Selasa
10 Mei 2011
10.00 WIB: Roadshow Media- Koran Tempo. Kontras (tentatif)
14.00 WIB: Roadshow Media. Media Indonesia (tentatif)

Selasa-Jumat
10 – 13 Mei 2011
10.00 – 15.00 WIB: Pameran, Talkshow dan Peluncuran Koran Beta. Solidaritas Nusa Bangsa & Universitas Kristen Indonesia

Rabu
11 Mei 2011
14.00 – 16.00 WIB: Peluncuran kegiatan Peringatan Tragedi Mei 1998 dan Konferensi Pers Bersama di Komnas Perempuan serta peluncuran hasil survey Jaringan Tionghoa Muda
15.00 -17.00 WIB: Talkshow dan peluncuran Koran Beta. Solidaritas Nusa Bangsa
14.00 -selesai: Roadshow Media-The Jakarta Post. Kontras + Komunitas Korban

Kamis
12 Mei 2011
10.00 WIB: Roadshow Media-Poskota. Komnas Perempuan
10.00 WIB: Audiensi ke Kejaksaan Agung di Kejaksaan Agung. Kontras (tentatif)
13.00 – selesai: Audiensi ke Komisi III DPR
16.00-17.00 WIB di depan Istana Pameran Korban, Aksi Kamisan Mei

Jumat
13 Mei 2011
09.00-10.00 WIB: Tabur Bunga & Ziarah ke TPU Pondok Rangon. Kontras dan Paguyuban Korban Mei
19.00 – selesai Malam Budaya. Solidaritas Nusa Bangsa & Universitas Kristen Indonesia
19.00 WIB: Malam Renungan; Pengajian (tentatif)

Minggu
15 Mei 2011
08.00 Wib – selesai: Napak Reformasi. Komnas Perempuan
09.00-10.00 WIB: Jalan Santai “Melawan Lupa”. Kontras

Senin
16 Mei 2011
10.00 – 18.00 WIB di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia
Pemutaran  (2 Film) dan  Diskusi Film (Narasumber: Mugiyanto, Dosen Sejarah, Efendi Simbolon*)+ Pameran:  mural Kontras, instalasi dr mahasiswa
Klub Studi Sejarah Universitas Indonesia

Kamis
19 Mei 2011: Launching Analisa Media ttg Perdebatan UU Pornografi. Komnas Perempuan

Sabtu
21 Mei 2011: Konvoi sepeda gowes to remember 98: trisakti – semanggi dan panggung ekspresi. Kontras (tentatif)

Senin
23 Mei 2011
13.00 – selesai: Pemutaran dan diskusi film ” Cinta” di Universitas Tarumanagara. Universitas Tarumanegara
Launching Analisa Media 2010 kaitannya dengan Kekerasan Seksual. Komnas Perempuan (tentatif)

Senin – Rabu
23 – 25 Mei 2011
16.00- selesai: Perayaan Kebergaman: Boneka, Foto, Poster, Maket, dll. di Universitas Tarumanagara

Rabu
25 Mei 2011
13.00 – selesai: Pemutaran dan diskusi film “Babi Buta Ingin terbang” di Universitas Tarumanagara
14.00 WIB di MK: Teleconference dengan kawan2 berbagai daerah untuk diskusi  Keberagaman. Komnas Perempuan (tentatif)

>updated: 10 Mei 2011<

Mari Merajut Luka

April 27th, 2011 § 0 comments § permalink

Boneka Mei mengingatkan kita pada Tragedi Mei 1998.

Kita dapat berpartisipasi, dengan menjahit kain bekas menjadi boneka, dan kirimkan. Ini dapat menunjukkan pada pemerintah negara ini dan lingkungan sekitar, bahwa kita tidak lupa!

Peluncuran Buku Do Good Design di Juwana

November 16th, 2010 § 1 comment § permalink

Ya, di Juwana. Sebuah kota di jalur Pantai Utara Pulau Jawa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Mengapa meluncurkan Buku ini di Juwana?
Karena di Juwana ini pula sedang dimulai sebuah eksperimentasi desain. Desain seperti apa yang dapat membuat perubahan.

OHAJE: Obrolan Hasil Jalan-jalan

July 23rd, 2010 § 0 comments § permalink

OHAJE
Ngobrol-ngobrol santai, berbagi (sharing) hasil jalan-jalan


Senin, 26 Juli 2010
Pukul 09.30
Ruang Seminar
Gedung K, lantai 4
Fakultas Serirupa dan Desain
Universitas Tarumanagara

Pembuka: Kepala Studio Seni Rupa: Juli Asmanto
Jalan-jalan ke Juwana dan Lasem: dari bangunan tua hingga sejarah studio foto di Juwana: Arief Adityawan S. + Enrico Halim + Leonard Pratama
Pemberdayaan masyarakat dan Batik Juwana: Ester Rini Pratsnawati
Batik Lasem dan keunikannya: Enny Raraswati
Penanggap: “Meneliti itu Mudah”: Noeratri Andanwerti

Pentas Teater Durna Rumangsa

July 22nd, 2010 § 0 comments § permalink

Dipentaskan oleh Teater Tetas di Gedung Kesenian Jakarta.

Orang boleh berbuat salah. Tapi sekecil apa pun kesalahan yang dilakukan seorang guru bangsa, akan terlalu besar akibatnya.

Bahkan Durna, guru bangsa yang kontroversial itu, tercenung melihat kondisi bangsa yang semakin carut-marut. Menyaksikan tata nilai semakin tumpang-tindih, manusia lebih menuruti naluri daripada nurani, ia bertanya-tanya, kalau-kalau ada perannya yang ikut melantarkan situasi tersebut. Ia pun mencoba mawas diri, merenungkan kembali perjalananan hidupnya.

Jika seorang Durna pun berani melakukan introspeksi atas perbuatannya, apakah para pemuka masyarakat, petinggi negara, cendekiawan, ulama dan aulia — serta mereka yang dalam kapasitas masing-masing bisa disebut sebagai guru bangsa — berani melakukan tindakan yang sama? Pertanyaan ini menjadi penting ketika suatu bangsa berniat untuk memperbaiki negerinya.

Pentas “Durna Rumangsa”, yang ditulis dan disutradarai oleh Ags. Arya Dipayana, merupakan ajakan untuk mawas diri dalam upaya memperbaiki kualitas manusia maupun bangsa. Dikemas dalam nuansa yang segar dan menghibur, naskah ini akan dimainkan oleh  Teater Tetas di Gedung Kesenian Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat pada hari Rabu dan Kamis, 4-5 Agustus 2010, jam 20.00.

“Durna Rumangsa” akan dipentaskan dalam format semi kolosal dengan durasi 90 menit, didukung pemain-pemain Teater Tetas seperti Didi Hasyim, Meyke Vierna, Hari Prasetyo, Harris Syaus, dan banyak lagi. Bertindak sebagai Penata Musik adalah Nanang Hape, dengan mengusung musik kontemporer berbasis karawitan Jawa, didukung oleh Bianglala Voices. Tata Gerak dikerjakan oleh Wiwiek HW, dengan Tata Cahaya oleh Wardono.

Harga tanda masuk untuk pertunjukan ini adalah Rp. 50.000 dan Rp. 40.000 (balkon). Pemesanan tiket dapat dilakukan dengan menghubungi Gedung Kesenian Jakarta (Mulyono) di (021) 3808283, 3441892  atau Teater Tetas (Keke) di 0818858758.

Pentjoeri Hati

July 20th, 2010 § 0 comments § permalink

Karya salah satu penulis Sastra Melayu Tionghoa kembali dipentaskan oleh Teater Bejana di Gedung Kesenian Jakarta.

Pementasan karya Kwee Tek Hoay

Sandiwara satu babak. Adaptasi dari naskah ”Pentjoeri –Tooneelstuk dalem Satoe Bagian” Karya Kwee Tek Hoay (1936) oleh Daniel H. Jacob dan Veronica B. Vonny.
Menceritakan mengenai percintaan dua insan bernama Peter Yauw dan Lientje Tjee dengan latar belakang sosial yang berbeda. Perjalanan percintaan mereka tidak berjalan mulus karena tidak mendapat restu dari orang tua pihak laki-laki.

Sutradara/Director: Daniel H. Jacob
Artistik: Harry Oetomo

Sabtu, 7 Agustus 2010 – 19.30 WIB
Minggu, 8 Agustus 2010 – 14.30 WIB dan 19.30 WIB

Auditorium dan Balkon: Rp 50.000,-
VIP: Rp 250.000,-

Informasi
Teater Bejana. Daniel: 08128101517
Gedung Kesenian Jakarta
Jl. Gedung Kesenian Jakarta No. 1 Jakarta 10710
T. 021- 380 8283, 344 1892 F. 021- 381 0924
Roelly: 380 8283, 344 1892
Putu Dewiyanti Delim: 08128245167
www.gedungkesenianjakarta.com/ gkj@pacific.net.id

Where Am I?

You are currently browsing the event category at aikonia.