Join CSL and Be the Agent of Change!

April 14th, 2010 § 0

Climate-Smart Leaders (CSL) adalah program yang ditujukan bagi generasi muda dengan usia 15 – 24 tahun yang memiliki aktivitas tinggi di daerah perkotaan. Program ini bertujuan tidak hanya untuk membangun kesadaran tentang pentingnya peran generasi muda untuk menjawab tantangan perubahan iklim namun juga memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat langsung dan melakukan aksi nyata untuk menerapkan gaya hidup hijau (green lifestyle) sebagai salah satu strategi mitigasi dan adaptasi terhadap dampak negatif perubahan iklim.

KRITERIA PESERTA : :

  1. Warga Negara Indonesia (WNI) berusia 15 – 24 tahun
  2. Memiliki dorongan kuat untuk mewujudkan project/ide tersebut baik secara perorangan maupun sebagai kelompok
  3. Mewakili anak muda yang memiliki aktivitas di perkotaan
  4. Memiliki project (dapat berupa produk/ide kreatif) yang mendorong penerapan teknologi dan gaya hidup hijau di perkotaan terkait  perubahan iklim untuk pembangunan berkelanjutan
    Bersedia secara aktif memimpin dan menyebarluaskan gagasan
  5. Bersedia untuk mengikuti keseluruhan sesi kegiatan CSL
  6. Peserta dalam bentuk kelompok sangat dianjurkan mewakili lembaga dengan struktur project yang jelas

KRITERIA PROJECT:

  1. Project belum pernah diikutsertakan dalam program sejenis
  2. Project terkait perubahan dapat diterapkan (workable), iklim dengan bobot dampak positif (impacts), dapat direplikasi lebih luas (replication), dan dapat dilanjutkan setelah program CSL berakhir (sustainability)
  3. Project memilih satu atau lebih tema berikut :
    1. Youth & Biodiversity
    2. Youth & Water – Energy
    3. Youth & Green Business
    4. Youth & Media
  4. Project harus menunjukan tahapan pencapaian yang jelas dan tahapan awal kemajuan project harus dapat dicapai dalam kurun waktu 3 bulan (Agustus – Oktober 2010)
  5. Project didukung oleh sumber daya alam seminimal mungkin dan biaya yang rasional
  6. Meskipun ditujukan pada kelompok muda dengan aktivitas utama di perkotaan, implementasi project yang diajukan tidak terbatas pada lingkungan perkotaan

Proposal yang menunjukan inovasi teknologi akan mendapatkan nilai tambah. Pemenang dengan inovasi teknologi akan direkomendasikan mengikuti kesempatan pendanaan project dari Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia melalui Program RAMP Indonesia. Informasi lebih lanjut silahkan mengunjungi website www.inotek.or.id
HADIAH PEMENANG

  1. Hadiah pemenang berupa seed funding dan akan diberikan kepada peserta dengan project terbaik melalui beberapa tahap
  2. Hadiah akan diberikan setelah peserta menyertakan laporan kegiatan
  3. Peserta Program CSL yang tertarik untuk mengembangkan proyeknya (yang berbasis inovasi teknologi) lebih lanjut dianjurkan setelah mengikuti Program CSL untuk mendaftarkan proyeknya pada program RAMP yang dikembangkan oleh Yayasan Inovasi Teknologi*.

CSL Award:

Kategori usia 19-24 tahun
Juara I: seed fund sebesar Rp.15 juta
Juara II: seed fund sebesar Rp.10 juta
Juara III: seed fund sebesar Rp.7,5 juta
Finalis: seed fund sebesar Rp.4 juta

Kategori usia 15-18 tahun
Juara I: seed fund sebesar Rp.10 juta
Juara II: seed fund sebesar Rp.7,5 juta
Juara III: seed fund sebesar Rp.5 juta
Finalis: seed fund sebesar Rp.2,5 juta

BATAS WAKTU PENGIRIMAN PROPOSAL : 30 APRIL 2010

Informasi lebih lanjut silahkan log-on ke www.climatesmartleaders.net atau email ask.to.csl@gmail.com

Mohon sebarkan informasi ini kepada teman/institusi/sekolah/jaringan yang anda kenal dan mungkin tertarik untuk mengikuti program ini.

Terimakasih banyak sebelumnya.

Salam,
Gita Meidita
Program Officer
Yayasan Pembangunan Berkelanjutan/ LEAD Indonesia

Pohon Panjang Umur

March 15th, 2010 § 2

Setelah bertanya ke sana ke mari, dan tidak menemukan jawaban yang tepat mengenai perlunya pohon ini untuk tetap berada di muka rumahku, maka ditebanglah ia. Akarnya yang besar-besar mulai menonjol di atas tanah dan mulai menuju rumah menambah alasan penebangan itu.

Setelah ditebang, pohon itu dibiarkan oleh penebangnya di depan rumah. Mungkin tidak kuat mengangkatnya, mungkin juga menganggapnya lucu bila batang tanpa akar dan tanpa dahan itu dibiarkan di sana.

Setelah beberapa bulan dibiarkan, musim hujan datang. Hujan menyiraminya hampir setiap hari. Ini membuatnya berdaun dan hidup kembali.

Kode pada Kemasan Plastik

October 19th, 2009 § 1

Lihat di bawah kemasan (atau di belakang, atau bagian dalam). Anda akan temui jenis plastik yang digunakan.

plastic-recycling-symbols-1-th
Polyethylene Terephthalate (PET, PETE)

PET transparan, jernih, dan kuat. Biasanya dipergunakan sebagai botol minuman (air mineral, jus, soft drink, minuman olah raga) tetapi tidak untuk air hangat atau panas. Serpihan dan pelet PET yang telah dibersihkan dan didaur ulang dapat digunakan untuk membuat serat benang karpet, fiberfill, dan geotextile. Nickname: Polyester.

plastic-recycling-symbols-2-th
High Density Polyethylene (HDPE)

HDPE dapat digunakan untuk membuat berbagai macam tipe botol. Botol-botol yang tidak diberi pigmen bersifat tembus cahaya, kaku, dan cocok untuk mengemas produk yang memiliki umur pendek seperti susu. Karena HDPE memiliki ketahan kimiawi yang bagus, plastik tipe ini dapat digunakan untuk mengemas deterjen dan bleach. Hasil daur ulangnya dapat digunakan sebagai kemasan produk non-pangan seperti shampo, kondisioner, pipa, ember, dll.

plastic-recycling-symbols-3-th
Polyvinyl Chloride (PVC)

PVC memiliki karakter fisik yang stabil dan tahan terhadap bahan kimia, pengaruh cuaca, aliran, dan sifat elektrik. Bahan ini paling sulit untuk didaur ulang dan biasa digunakan untuk pipa dan kontruksi bangunan.

plastic-recycling-symbols-4-th
Low Density Polyethylene (LDPE)

LDPE biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek (madu, mustard). Barang-barang dengan kode ini dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan kode inibisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.

plastic-recycling-symbols-5-th
Polypropylene (PP)

PP memiliki daya tahan yang baik terhadap bahan kimia, kuat, dan meiliki titik leleh yang tinggi sehingga cocok untuk produk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum, tempat obat dan botol minum untuk bayi. Biasanya didaur ulang menjadi casing baterai, sapu, sikat, dll.

plastic-recycling-symbols-6-th
Polystyrene (PS)
PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, tempat CD, karton tempat telor, dll. Pemakaian bahan ini sangat dihindari untuk mengemas makanan karena bahan styrine dapat masuk ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf manusia. Bahan ini dibanyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara cina.

plastic-recycling-symbols-7-th
Other Plastik
Yang menggunakan kode ini terbuat dari resin yang tidak termasuk enam golongan yang lainnya, atau terbuat dari lebih dari satu jenis resin dan digunakan dalam kombinasi multi-layer.

sumber

http://majarimagazine.com/2009/02/simbol-daur-ulang-pada-botol-dan-kemasan-plastik/

http://www.thedailygreen.com/green-homes/latest/recycling-symbols-plastics-460321

Hemat Air

August 25th, 2009 § 0

Banyak studi dilakukan di dunia. Hasilnya? Kita dapat berhemat dalam memakai air.

watergraphic

Desain Ramah Lingkungan Berkelanjutan

August 22nd, 2009 § 1

Image(2036)

Profesor Fumi yang realistis pada ekologi desain.

sampah di mana-mana, sama!

August 16th, 2009 § 0

Melihat sampah terurai di mana-mana di kawasan pendidikan Jatinangor, Jawa Barat, atau di Lovina, Pantai Utara Bali, sepertinya sama saja.

Tempat pembuangan sampah yang tidak tersedia atau rusak, seperti sudah ‘wajib’ keberadaannya. Selalu terlihat sudah ada ‘niat baik’ menyediakan tempat-tempat penampungan itu dalam wadah berwarna-warni. Tapi tetap saja, sampah ada di mana-mana.

Salah siapa?

Image(1919)

Berhenti ngomel! Ayo mulai lakukan sesuatu!

Dua buah bulan dalam 2287 tahun sekali

August 8th, 2007 § 0


dari “Liquid Yahoo” liquidha@yahoo.co.id

Malam hari dengan dua buah bulan. Jangan sampai terlewatkan kesempatan langka yang hanya terjadi dalam 2280 tahun sekali saja!!!

Seluruh dunia menantikan planet Bumi kita mempunyai dua buah bulan pada 27 Agustus 2007 nanti. Planet Mars akan terlihat sangat terang di langit mulai awal Agustus.

Planet Mars akan terlihat sebesar bulan planet Bumi kita dengan mata telanjang saja. Dan puncaknya akan terlihat seperti bulan purnama (full moon) pada tanggal 27 Agustus jam 00.30 malam senin pagi dini hari, saat jarak Mars dengan Bumi kita hanya sekitar 34.65M miles.

Jangan sampai terlewatkan untuk ‘menatap’ langit yang akan seperti memiliki dua buah bulan, karena jarak terdekat seperti itu hanya akan terjadi lagi di tahun 2287 yang akan datang.

Share this with your friends as NO ONE ALIVE TODAY will ever see it again.

Tahun 2040: 2.000 pulau tenggelam

August 8th, 2007 § 0

Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlah suatu masalah yang perlu kita risaukan.

“Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta bisa mengganggu kondisi planet bumi yang mahabesar ini?” barangkali begitulah Anda berpikir.

Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC) memublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya sangat mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi peningkatan suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 – 0,30 C. Jika peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33 tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Dan jika bumi masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu. Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap, begitu pula nyawa manusia.

Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi. Sepanjang tahun 1980-2002, suhu minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17o C per tahun. Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87 o C per tahun. Tanda yang kasatmata adalah menghilangnya salju yang dulu menyelimuti satu-satunya tempat bersalju di Indonesia , yaitu Gunung Jayawijaya di Papua.

Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah men geri kan. Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 daerah -daerah di Jakarta (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi (seperti : Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya.

Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah seharusnya kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara. Es yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan permukaan laut bumi – termasuk laut di seputar Indonesia – terus meningkat. Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang sekitar 2.000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai.

Peneliti senior dari Center for International Forestry Research (CIFOR), menjelaskan, pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas / inframerah) yang dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah kaca adalah istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan tidak bisa menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer). Penipisan lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena, makin tipis lapisan lapisan teratas atmosfer, makin leluasa radiasi gelombang pendek matahari (termasuk ultraviolet) memasuki bumi. Pada gilirannya, radiasi gelombang pendek ini juga berubah menjadi gelombang panas, sehingga kian meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca tadi.

Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas rumah kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan bakar fosil (minyak, bensin, gas alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil, pabrik, ataupun membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara. Gas lain yang juga masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone (O3,12%), dan clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan dari proses pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di peternakan sapi. Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk kendaraan. Sementara itu, emisi gas CFC banyak timbul dari sistem kerja kulkas dan AC model lama. Bersama gas-gas lain, uap air ikut meningkatkan suhu rumah kaca.

Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim. Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah memasuki bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut perkiraan, dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim hujan terus bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari normal. Banyak orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang merendam lebih dari separuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan global saja. Padahal 35% rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak adalah penyebab makin panasnya udara Jakarta. Itu sebabnya, kerusakan hutan di Indonesia bukan hanya menjadi masalah warga Indonesia , melainkan juga warga dunia. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan, Indonesia pantas malu karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah menjadi
permukiman atau hutan industri). Jika kita tidak bisa menyelamatkan mulai dari sekarang, 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan yang habis, 15 tahun lagi hutan di seluruh Indonesia tak tersisa. Di saat itu, anak-anak kita tak lagi bisa menghirup udara bersih.

Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas planet Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan, termasuk anak-anak kita nanti.

Cara-cara praktis dan sederhana ‘mendinginkan’ bumi :

1. Matikan listrik.
(jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magicjar, dll).
6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi po lusi udara).
10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.
12. Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi

Komposter?

July 15th, 2007 § 1

Menurut lembaga bantuan Jepang, JICA, setaip orang menghasilkan sampah sekitar 2,5 liter per hari. 60% dari sampah itu adalah sampah organik. Sampah bekas atau sisa pakai itu sangat potensial untuk dijadikan kompos, yang merupakan bahan organik yang baik bagi pertumbuhan tanaman.

Mengapa kita tidak mulai memilah dan mendaur ulangnya menjadi kompos?
Berikut ini ada sedikit informasi yang dapat dijadikan awal anda membuatnya …
Saya menamakan komposter ini visualiteit komposter, karena bidang luarnya akan diberi sentuhan visual yang ‘berkualiteit’… hihi … Tempat sampah tidak selamanya harus kotor, disembunyikan, dan tidak berkualitas, bukan?

Where Am I?

You are currently browsing the environment category at aikonia.