January 1st, 2010 § § permalink
‘Vending machine’ menurut wiki: “A vending machine provides snacks, beverages, lottery tickets, and other products to consumers without a cashier.”
Yang menarik sewaktu menjumpai ‘vending machine’ produk coca cola di salah satu pojok Bandara Soekarno-Hatta ini adalah otomatisasi yang disodorkan oleh mesin itu, masih ‘setengah-setengah’. Sebuah mesin memang belum bisa menggantikan fungsi manusia.


Menarik ketika untuk membeli sekaleng coca cola, perlu memanggil ‘kasir’ yang menunggu mesin berukuran besar itu. Uang pembelian, perlu ditukar dengan kupon khusus yang ‘dimengerti’ oleh si mesin, sekaligus uang kembaliannya.
Mungkin ini tahap pengenalan dan pembelajaran? Atau mungkin juga karena Indonesia ‘kelebihan’ tenaga kerja?
Share on Facebook
September 25th, 2007 § § permalink
It’s not the years in your life that count. It’s the life in your years
Share on Facebook
August 12th, 2007 § § permalink
Monitoring evaluation itu dilakukan ketika program sudah betul-betul established dan berjalan. Sebelum melakukan monitoring evaluation, menurut Owen (2006) ada beberapa evaluasi yang sebenarnya perlu dilakukan, yaitu:
1. Proactive evaluation, evaluasi tahap awal, yaitu membantu para pengambil keputusan mengenai tipe program yang diinginkan (how best to develop a program). Dalam hal ini adalah para pimpinan perusahaan.
2. Clarificative evaluation, evaluasi sebelum program dijalankan, yaitu mengevaluasi outcome yang diinginkan. Ini berbentuk program logic dan bisa didiskusikan dengan pimpinan perusahaan atau orang yang incharge dalam hal ini.
3. Interactive evaluation, yaitu evaluasi pada saat program baru diluncurkan. Is the delivery working?
4. Monitoring evaluation, evaluasi ketika program telah establish dan berjalan.
5. Impact evaluation, untuk melihat impact program terhadap target populasi – do they make a difference?
Untuk mengembangkan sistem monitoring evaluation sendiri, beberapa pertanyaan ini mungkin bisa membantu:
1. Is the program reaching the target population?
2. To what extent is the program in line with best practice?
3. Does the program implementation consistent with the objectives of the program?
4. How does the decision-making process affecting the effectiveness of program delivery?
5. To what extent the program will benefit participants?
6. To what extent the quality of the peer educator modules will improve knowledge of participants?
7. How can each company fine-tune the program to make it more effective and efficient?
8. Is there any process of delivery that needs more attention to ensure the effectiveness of the program?
9. Does the costs affect the implementation of the program activities?
Yang terpenting sebenarnya adalah kesinambungan program tersebut di perusahaan masing-masing, artinya jangan sampai hanya HIT and RUN.
Referensi: Owen, J. M., (2006). Program Evaluation: Forms and Approaches (3rd ed). Sydney: Allen and Unwin.
disadur dari posting milis aids-ina@yahoogroups.com oleh Dwie
Share on Facebook
August 11th, 2007 § § permalink
Monitoring evaluation itu dilakukan ketika program sudah betul-betul established dan berjalan. Sebelum melakukan monitoring evaluation, menurut Owen (2006) ada beberapa evaluasi yang sebenarnya perlu dilakukan, yaitu:
1. Proactive evaluation, evaluasi tahap awal, yaitu membantu para pengambil keputusan mengenai tipe program yang diinginkan (how best to develop a program). Dalam hal ini adalah para pimpinan perusahaan.
2. Clarificative evaluation, evaluasi sebelum program dijalankan, yaitu mengevaluasi outcome yang diinginkan. Ini berbentuk program logic dan bisa didiskusikan dengan pimpinan perusahaan atau orang yang incharge dalam hal ini.
3. Interactive evaluation, yaitu evaluasi pada saat program baru diluncurkan. Is the delivery working?
4. Monitoring evaluation, evaluasi ketika program telah establish dan berjalan.
5. Impact evaluation, untuk melihat impact program terhadap target populasi – do they make a difference?
Untuk mengembangkan sistem monitoring evaluation sendiri, beberapa pertanyaan ini mungkin bisa membantu:
1. Is the program reaching the target population?
2. To what extent is the program in line with best practice?
3. Does the program implementation consistent with the objectives of the program?
4. How does the decision-making process affecting the effectiveness of program delivery?
5. To what extent the program will benefit participants?
6. To what extent the quality of the peer educator modules will improve knowledge of participants?
7. How can each company fine-tune the program to make it more effective and efficient?
8. Is there any process of delivery that needs more attention to ensure the effectiveness of the program?
9. Does the costs affect the implementation of the program activities?
Yang terpenting sebenarnya adalah kesinambungan program tersebut di perusahaan masing-masing, artinya jangan sampai hanya HIT and RUN.
Referensi: Owen, J. M., (2006). Program Evaluation: Forms and Approaches (3rd ed). Sydney: Allen and Unwin.
disadur dari posting milis aids-ina@yahoogroups.com oleh Dwie
Share on Facebook
January 5th, 2007 § § permalink
Setelah kesal ‘dipermainkan’ oleh Perusahaan Kereta Api Indonesia (PT KAI), dan dihinggapi rasa penasaran, aku mencoba berbagai keywords lain.
Googling beberapa lama, sampailah pada situs berikut ini.
http://infoka.kereta-api.com, dan
http://www.kereta-api.com
Aku mendapatkan informasi yang aku perlukan di situs infoka.kereta-api.com
Hihi, lucunya sampai detik ini berarti sudah ada dua situs di dunia maya ‘milik’ PT KAI yang notabene adalah sebuah perusahaan negara. www.infokai.com dan www.kereta-api.com. Maksud KAI tentang adanya dua domain tersebut apa? Tidak jelas! Yang jelas, uang rakyat sudah terbuang percuma – walau (mungkin) relatif sedikit (kurang lebih Rp 80.000,- per tahun).
Ditambah lagi … PT KAI menggunakan dua domain ‘.com’ (dot kom). Domain ini adalah domain internasional yang tidak merujuk pada negara ia berada. Domain untuk sebuah perusahaan atau lembaga komersial di
Indonesia (diharapkan oleh Depkominfo) adalah .co.id (dot ko dot ide). Apakah ini menunjukan pula buruknya kinerja Depkominfo sebagai pengelola domain di
Indonesia. Ia tidak dipercaya oleh ‘sesama’ lembaga pemerintah. Ini bisa menjadi artikel terpisah.
Share on Facebook
January 5th, 2007 § § permalink
Mungkin ini salah satu contoh ‘kinerja’ yang tidak rendah hati.
Sudah dua hari ini, aku berselancar di dunia maya mencari informasi mengenai tiket kereta api. Berapakah harga tiket kereta dari jakarta ke yogyakarta pp. Bagaimanakah jadwal keberangkatan dan sampai di tempat tujuan.
Googling beberapa kali … menggunakan ‘tiket kereta’, ‘info jual tiket’, ‘jual tiket ke yogyakarta’, ‘kereta ke yogya’ sebagai keyword sampailah aku pada sebuah website. http://www.infokai.com/. Eureka! aku berteriak dalam hati. Tak menyangka sedemikian ‘accessible’ informasi bagi rakyat masa kini. Hore!
Aku mencoba mencari-cari informasi yang aku butuhkan. Tidak ditemukan. Baik. ‘mereka’ menyodorkan cara untuk mendapatkan informasi, yaitu dengan mengirim SMS. Aku coba. Lima SMS aku kirimkan. Hal ini untuk memastikan, aku tidak salah ‘format’. Tetap tidak berhasil. Aku membuang Rp 1.500,- x 5 = Rp 7.500,- secara sia-sia – entah siapa yang diuntungkan.
Tipikal perusahaan negara (atau orang) indonesia. Pandai berkata-kata, tidak mampu berkarya secara nyata! Menyebalkan dan memalukan.
Aku (mungkin) akan mencoba telepon langsung, besok. Atau, (mungkin) datang sendiri ke stasiun.
Share on Facebook
January 5th, 2007 § § permalink
Setelah kesal ‘dipermainkan’ oleh Perusahaan Kereta Api Indonesia (PT KAI), dan dihinggapi rasa penasaran, aku mencoba berbagai keywords lain.
Googling beberapa lama, sampailah pada situs berikut ini.
http://infoka.kereta-api.com, dan
http://www.kereta-api.com
Aku mendapatkan informasi yang aku perlukan di situs infoka.kereta-api.com
Hihi, lucunya sampai detik ini berarti sudah ada dua situs di dunia maya ‘milik’ PT KAI yang notabene adalah sebuah perusahaan negara. www.infokai.com dan www.kereta-api.com. Maksud KAI tentang adanya dua domain tersebut apa? Tidak jelas! Yang jelas, uang rakyat sudah terbuang percuma – walau (mungkin) relatif sedikit (kurang lebih Rp 80.000,- per tahun).
Ditambah lagi … PT KAI menggunakan dua domain ‘.com’ (dot kom). Domain ini adalah domain internasional yang tidak merujuk pada negara ia berada. Domain untuk sebuah perusahaan atau lembaga komersial di Indonesia (diharapkan oleh Depkominfo) adalah .co.id (dot ko dot ide). Apakah ini menunjukan pula buruknya kinerja Depkominfo sebagai pengelola domain di Indonesia. Ia tidak dipercaya oleh ‘sesama’ lembaga pemerintah. Ini bisa menjadi artikel terpisah.
Share on Facebook
January 5th, 2007 § § permalink
Mungkin ini salah satu contoh ‘kinerja’ yang tidak rendah hati.
Sudah dua hari ini, aku berselancar di dunia maya mencari informasi mengenai tiket kereta api. Berapakah harga tiket kereta dari jakarta ke yogyakarta pp. Bagaimanakah jadwal keberangkatan dan sampai di tempat tujuan.
Googling beberapa kali … menggunakan ‘tiket kereta’, ‘info jual tiket’, ‘jual tiket ke yogyakarta’, ‘kereta ke yogya’ sebagai keyword sampailah aku pada sebuah website. http://www.infokai.com/. Eureka! aku berteriak dalam hati. Tak menyangka sedemikian ‘accessible’ informasi bagi rakyat masa kini. Hore!
Aku mencoba mencari-cari informasi yang aku butuhkan. Tidak ditemukan. Baik. ‘mereka’ menyodorkan cara untuk mendapatkan informasi, yaitu dengan mengirim SMS. Aku coba. Lima SMS aku kirimkan. Hal ini untuk memastikan, aku tidak salah ‘format’. Tetap tidak berhasil. Aku membuang Rp 1.500,- x 5 = Rp 7.500,- secara sia-sia – entah siapa yang diuntungkan.
Tipikal perusahaan negara (atau orang) indonesia. Pandai berkata-kata, tidak mampu berkarya secara nyata! Menyebalkan dan memalukan.
Aku (mungkin) akan mencoba telepon langsung, besok. Atau, (mungkin) datang sendiri ke stasiun.
Share on Facebook
December 26th, 2006 § § permalink
26 desember 2006
Awan gelap yang sejak sore tadi terlihat menggantung… tidak menurunkan air. malam menjadi panas.
Mendapat sms dari dhw mengenai gedung ex kodim. Ia sedang bersemangat (lagi) untuk ‘mengelola’ isu perusakan bangunan tua di jakarta.
Sore tadi mendapat telpon dari marco. Ia minta bantuan untuk membuat tata letak untuk ‘green map’ aceh. hmm seperti nya seru. Bersama debra yatim dan teman-teman lain akan mengirimkan CD berisi foto dan lain2 untuk dikerjakan secara cepat.
Malam, mencoba mengaktifkan blog yang sudah lama didaftarkan. termasuk posting ini… untuk mencoba dan belajar memberdayakan teknologi lunak yang gratis ini.
Share on Facebook
December 26th, 2006 § § permalink
26 desember 2006
Awan gelap yang sejak sore tadi terlihat menggantung… tidak menurunkan air. malam menjadi panas.
Mendapat sms dari dhw mengenai gedung ex kodim. Ia sedang bersemangat (lagi) untuk ‘mengelola’ isu perusakan bangunan tua di jakarta.
Sore tadi mendapat telpon dari marco. Ia minta bantuan untuk membuat tata letak untuk ‘green map’ aceh. hmm seperti nya seru. Bersama debra yatim dan teman-teman lain akan mengirimkan CD berisi foto dan lain2 untuk dikerjakan secara cepat.
Malam, mencoba mengaktifkan blog yang sudah lama didaftarkan. termasuk posting ini… untuk mencoba dan belajar memberdayakan teknologi lunak yang gratis ini.
Share on Facebook