Firman Ichsan terpilih sebagai Ketua Pengurus Harian Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) periode 2009 – 2012. Firman Ichsan yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Bidang Umum DKJ terpilih dengan dukungan lebih dari separuh anggota DKJ untuk menggantikan posisi yang sebelumnya dijabat oleh Marco Kusumawijaya.
Terkenal luas sebagai fotografer senior, kurator-penyelenggara pameran foto, juri lomba foto dan pelukis, Firman Ichsan juga aktif sebagai akademisi. Selain mengajar di Institut Kesenian Jakarta, belakangan ia menjabat sebagai wakil rektor di institusi tersebut.
Memimpin DKJ, Firman Ichsan bermimpi untuk menjadikan lembaga ini lebih mampu mendorong para seniman untuk mengembangkan kreativitas dan penciptaan karya seni dan menyalurkan berbagai karya seni bermutu kepada masyarakat. Direktur Eksekutif Jakarta Bienale XIII itu juga berharap agar institusi publik ini lebih modern, serta menjembatani masyarakat seni dengan masyarakat umum, agar Jakarta menjadi kota seni terdepan.
Berikut adalah susunan kepengurusan Dewan Kesenian Jakarta Periode 2009 – 2012 sebagaimana siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (3/2/2010):
Ketua Pengurus Harian DKJ: Firman Ichsan
Sekretaris: M. Abduh Aziz
Ketua Bidang Program: Dewi Noviami
Ketua Bidang Administrasi, Keuangan: Sari Madjid
Ketua Bidang Umum: Eric Awuy
Komite Sastra
1. Ahmadun Yosi Herfanda
2. Diah Hadaning
3. Martin Aleida
4. Nur Zen Hae
Komite Musik
1. Aisha Pletscher-Sudiarso
2. Budi Utomo Prabowo
3. Dian HP
4. Eric Awuy
5. Jabatin Bangun
Komite Seni Rupa
1. Aisul Yanto
2. Sarnadi Adam
3. M. Firman Ichsan
4. Marco Kusumawijaya
Komite Film
1. Alex Sihar
2. Marselli Sumarno
3. Dr. Tanete A. Pong Masak
4. M. Abduh Aziz
Komite Tari
1. Dedy Lutan
2. Renee Sariwulan
3. Rury Nostalgia
4. Yudhistira Sjuman
Komite Teater
1. Jose Rizal Manua
2. Madin Tyasawan
3. Dewi Noviami
4. Sari Madjid
DKJ salah merupakan satu lembaga yang dibentuk oleh masyarakat seniman dan dikukuhkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada 17 Juni 1969. Anggota DKJ berjumlah 25 orang, terdiri dari para seniman, budayawan dan pemikir seni, yang terbagi dalam 6 komite: Komite Film, Komite Musik, Komite Sastra, komite Seni Rupa, Komite Tari dan Komite Teater.
DKJ memiliki peran dan berfungsi sebagai mitra kerja Gubernur DKI Jakarta untuk merumuskan kebijakan guna mendukung kegiatan dan pengembangan kehidupan kesenian di wilayah Propinsi DKI Jakarta. Kebijakan pengembangan kesenian tercermin dalam bentuk program tahunan yang diajukan dengan menitikberatkan pada skala prioritas masing-masing komite.
by ESR
Share on Facebook
Namanya D’Peak, berlokasi di Jalan Fatmawati (depan ‘garasi’ kendaraan pemadam kebakaran).
D’peak yang baru dibuka tanggal 10 Agustus 2009 lalu, adalah sebuah gedung luas bertingkat tiga, dulunya bengkel mobil Volvo. Banyak sekali karya visual dipamerkan di sana.

Suasana yang cair pada saat pembukaan, membuat kesan segar dan tidak eksklusif, seperti kebiasaan sebuah acara senirupa. Berbagai kalangan bebas menikmati karya, tanpa harus merengut sewaktu memaknainya. Para senimanpun terlihat ‘happy’, mungkin karena melihat suasana yang ‘lain’ dari biasanya itu.
Share on Facebook
Banyak lingkaran merah berbagai ukuran tertempel secara menyebar di fasad bangunan Galeri Nasional Indonesia. Ini menunjukan ‘Ruang Rupa‘ yang sedang mengadakan perhelatan OK Video di sana, benar sedang bersenang-senang..
Tidak jelas, apa maksud ‘red polka dots’ menempel di mana-mana, oo.. mungkin ‘mengacu’ pada kostum badut? atau bola merah pada hidung badut? Mungkin, mereka tidak bermaksud apapun kecuali menyodorkan nuansa komedi yang menjadi tema festival video itu. Berhasil! Haha!

Share on Facebook
JAKARTA STREET ART UNITED

Artist Talk & disscus, Gathering
Exhibition street art, screening visual graffiti
sound system therapy
SUNDAY, 26 July 2009
Start: 14.00 – 22.00 WIB
@ Hb.Jassin ,Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat
Artist Talk & disscus, Gathering Exhibition street art, screening visual graffiti sound system therapy
SUNDAY, 26 July 2009 Start: 14.00 – 22.00 WIB @ Hb.Jassin ,Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat
* ARTIST TALK & DISSCUSION JAKARTA STREET ART * start: 14.00 wib
Pembicara : Ardie Yunanto ( ruangrupa), Aram (Tembokbomber Forum) Ugeng T. Moetidjo (ruangrupa) Moderator : POPO & Isrol Triono
Artist Talk : Age (Tutu), Echo (Morden), DAUD (flowercans) Bujangan Urban (Artcoholic), Baso, Maze (Karma Crew), eRJe378 JMX (STENZILLA), XAIT, DARBOTZ, Bam, ARKS, KIMS ( UBC ) Prophagraphic Movement, RHARHARHA (Sakitkuning Collectivo) POPO (k. segart), ISROL (Media Legal), jegir (KUAS N ROLL), JAR (Stiker Serbu) Guntur (Jong Merdeka), NSANE5, NAME2 (MASE), artkelso (DAILYWHATNOT)
* EXHIBITION STREET ART *
Opening : 19.00
Artist: TUTU , MAZE , BASO , RAS , Bujangan urban , ECHO YEAH ,KOMA ,si jago merah ,DARBOTZ ,POPO ,TOTER, pay air grapix JMX, ROBOWOBO, ISROL TRIONO ,ARKS, JAH IPUL ,XAIT, BERTUS JAR, CHOCO7, ARTKELSO, ERJE378, DAMNEDCARTOON, KUASnROLL, eloopz Ricky BolsQ, GUNTUR, RYAN ISENG, pinkgirlgowild, a’KUPS, MINE ARYBUYSELAMATPAGI, REST,ce FINE, kyow, NAME2, nsane5, KIMs, helloguno MONSTER JAM CREW, sid vi zeus, BREAK13, muth, FLOW, k. segart, RHARHARHA
Lowrider ArtDisplay : SUNSET RIDERS
* Visual Screening on The wall & Sound System Therapy * Start : 19.00 – 23.00 wib @ Rooftop ,Hb.Jassin
* VJ KOMA * VJ CHAINSMOKINGBASTARD
* RACUN KOTA * FRIGI FRIGI * ALEXANDER AVERIL YO-YO PLAYER * INDONESIAN BEATBOXING COMMUNITY * BONDI NED HANSEL Feat SAYAP KIRI * RUSTIQUE KOLLEKTIV feat. DJ ASUNG * Jl. Surabaya feat. NOVA RUTH * DANGER DOPE Vs PRINCIPLE OF SOUTH + DJ LATEX
Acara ini terselenggara berkat kerjasama dan dukungan:
RUANGRUPA,YAYASAN PUSAT DOKUMENTASI SASTRA HB.JASSIN, KARBON JURNAL , OK VIDEO, DEMA-IKJ,FAR MAGZ,TEMBOKBOMBER, DAILYWHATNOT,FOOTURAMA, URBAIN, PROVOKE, BABYBOSS,STREET MAGZ,FLATSTREET, SAKITKUNINGCOLLECTIVO
Organize by: angin segar
Share on Facebook
Dulu ia berkarya dengan medium kertas. Kini, ia berkarya dengan metal!
Karya Samuel Indratma memang ‘gak da matinya’!

Tanggal 12 – 31 Mei 2009, mampirlah ke Tembi contemporary di Jalan Parangtritis KM 8,5. Bantul, Yogyakarta.
Atau Tunggu pamerannya di Salihara, Bulan November nanti..
Share on Facebook
Pameran foto Heaven in Exile menampilkan sebagian kecil dari hasil foto perjalanan ziarah Enrico Soekarno, Jay Subikato, Krish Suharnoko, dan Yori Antar ke Lhasa, ibukota Tibet di tahun 2007.
Suasana sunyi di tengah visual yang hiruk pikuk, terlihat jelas di pameran foto ini. Ekspresi manusia, konfigurasi elemen estetis, dan situasi lengang, banyak ditampilkan oleh Enrico. Jay dengan foto seni hitam putih yang ‘high-contrast’. Foto panorama kota yang sunyi (cenderung mencekam) direkam dan ditampilkan dalam format besar oleh Khris. Yori menyodorkan foto arsitektur yang sangat padat dengan tampilan bangunan dan detailnya.
Aku sempatkan untuk menonton pemutaran film dokumenter ‘Leaving Fear Behind’ karya Dhondup Wangchen dan Gyaljong Tsetrin. Film dokumenter 25 menit ini, secara menarik dan sederhana memperlihatkan banyak komentar orang Tibet mengenai Olimpiade tahun 2008 lalu dan juga mengenai harapan kembalinya sang Dalai Lama ke Tibet.
Pameran yang membuka wawasan ini digelar untuk memperingati 50 tahun Hari Kebangkitan Tibet.
Share on Facebook
PM Toh adalah sebutan Agus Nur Amal untuk teater binaannya. Ia bercerita tentang apa saja dengan menggunakan format panggung boneka dan berbagai benda yang biasa ditemukan sehari-hari.
PM Toh = Perusahaan Motor Transport Ondernemen Hasan. Sebuah perusahaan transportasi lintas Sumatra yang berdiri sejak 1923. Dengan keunikan suara delapan trompet yang dibunyikan sewaktu melintas permukiman. PM Toh menjadi nama penghikayat Adnan, yang kemudian dimintai ijin oleh Agus sebagai ‘penerus’ ikon modernitas Aceh.

Di ruang pamer Ruangrupa, jam 20 sudah lebih banyak, malam itu.. Agus Nur Amal akhirnya mulai menggulung layar warna-warni di dalam kotak besar menyerupai televisi raksasa.





Share on Facebook
Setelah penat seharian bekerja di tengah kota Jakarta, aku sering numpang pulang kereta listrik dari Stasiun Tanah Abang. Berdesakan dengan banyak penumpang lain, yang kadang-kadang terlihat seperti kenal, karena sering menumpang KRL yang sama.
Mari Menggambar adalah sebuah program seseruan, lucu-lucuan, yang dirancang untuk mewarnai hidup yang seringkali kelam..

*/ maskot disumbang oleh moreza
Program ini dimulai dengan dibuatnya sebuah blog. Blog itu akan menjadi media yang menerima dan mempublikasikan gambar dari siapapun yang ‘dekat’ dengan perangkat komputer.
Lalu, di pertengahan Januari 2009 mendatang, para penumpang di gerbong KRL ekonomi Tanah Abang – Serpong, akan diajak untuk menggambari kertas yang disediakan. Gambar-gambar yang terkumpul, akan dipublikasikan melalui blog tadi, dan syukur-syukur, kepala stasiun Tanah Abang memperbolehkan adanya pameran kecil di ‘lobby’ stasiun.
Share on Facebook