Banyak benda berwarna ‘ngejreng’ di Kota Juwana.
- caktorbalban
- kapal meriah di Sungai Juwana
- loket karcis ‘marry goes around’ gaya Juwana
July 19th, 2010 § 0
Banyak benda berwarna ‘ngejreng’ di Kota Juwana.
July 19th, 2010 § 0
Juwana merupakan kota tua yang belum populer.
Konon, dulu banyak pengrajin kuningan dan batik di sini. Sekarang ‘terkenal’ dengan produksi kecap gentong, terasi, dan petis pekatnya.
Aku jalan-jalan santai menikmati banyak bangunan tua. Terutama ragam pintu-pintunya.
July 19th, 2010 § 0
Kota kecil bernama Juana terletak di antara Kota Semarang dan Rembang, dibelah oleh Jalan Raya Pantai Utara. Dari Jakarta, aku mencapainya setelah dua belas jam duduk manis di bis malam berpendingin sedingin kulkas.
July 19th, 2010 § 0
Tempat yang kecil. Sebilah pintu bertuliskan Studio Tana dari besi terlihat dari salah satu jalan di pinggiran daerah Bintaro yang berisik. Pintu di sebelah warung serba ada itu, menjadi pembatas antara banyaknya pemikiran kreatif yang kontras dengan keadaan di luar. Ruang yang membesar ke belakang rapih dan bersih. Di tengah ruang terdapat tungku besar berselimut dinding metal yang ‘dingin’, kontras dengan kesegaran anggrek tanah merambat pada dinding tetangga, di sebelahnya.
July 11th, 2010 § 0
Aku suka sekali melihat potongan video musik Waka-waka. Koreografi, lagu, dan peruntukan lagu itu membuatku merinding, ketika berulangkali memutar klip itu di youtube. Waka-waka, atau Ini Waktu untuk Afrika, adalah lagu resmi perhelatan piala dunia sepak bola yang membuatku ingin menonton pertandingan finalnya Senin subuh nanti (13 Juli 2010).
Energi Afrika Selatan terasa segar dipancarkan oleh Shakira.
July 1st, 2010 § 2
Kekerasan, Perdamaian, dan Keindonesiaan
Tenggat waktu pengumpulan: 12 Juni – 2 Agustus 2010
Kompetisi esai ini mengundang seluruh siswa/i Sekolah Menengah Atas (SMA) dan mahasiswa/i S1 dari wilayah Jabodetabek sebagai peserta untuk menguraikan kekerasan dan pelanggaran HAM masa lalu di Indonesia serta memberikan pendapat atau saran agar peristiwa tersebut tidak berulang di masa depan.
Tema: Kekerasan, Perdamaian, dan Keindonesiaan
Deskripsi Tema: Peserta menjabarkan dalam bentuk esai mengenai kekerasan atau pelanggaran HAM berskala masif yang terjadi di Indonesia selama kurun waktu tahun 1965 hingga 2000 seperti Tragedi 1965, Penembakan Misterius (1983), Peristiwa Tanjung Priuk (1984), Talangsari (1989), Peristiwa Trisakti, Semanggi I & II (1998), Tragedi Mei 1998 dll. Argumen harus jelas dengan menjabarkan beberapa pertanyaan kunci yang menjadi panduan penulisan esai, yaitu:
1. Apa yang anda ketahui tentang peristiwa tersebut?
2. Menurut pendapat anda kenapa peristiwa tersebut bisa terjadi?
3. Apa tanggapan anda soal peristiwa tersebut?
4. Berikan saran anda agar peristiwa tersebut tidak terulang kembali?
Rangkaian waktu Festival Esai 2010:
2 Agustus : Deadline penerimaan esai
14 Agustus : Pengumuman seleksi I: 32 penulis esai terbaik dari tiap kategori (pelajar SMA dan mahasiswa) akan dihubungi melalui telepon, email, pos untuk mengikuti
workshop penulisan esai.
19 – 22 Agustus : Workshop penulisan esai
26 Agustus : Pengumuman seleksi II: 14 esai terbaik dari tiap kategori
26 Agustus – 9 September : Masa konsultasi dengan mentor dan perbaikan esai 14 penulis terbaik dari tiap kategori
27 September : Pengumuman 3 finalis terbaik dari tiap kategori (pelajar SMA dan mahasiswa)
4 Oktober : Pengumuman juara utama (I, II & III) dari tiap kategori dalam acara Malam Penganugerahan Award
Syarat Peserta
1. Peserta terdiri dari 2 (dua) kategori, yaitu:
a. Siswa/i Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri atau swasta kelas 1-2 di wilayah Jabodetabek
b. Mahasiswa/i aktif S1 di salah satu perguruan tinggi negeri atau swasta di wilayah Jabodetabek dari seluruh jurusan dan disiplin ilmu;
2. Lomba ini merupakan lomba perorangan/individu;
3. Judul Esai bebas (Peserta bebas menentukan judul, tetapi masih dalam batasan tema);
4. Format esai :
* Kertas ukuran A4
* Essay minimal 5 halaman
* Margin 4-3-3-3 (atas-kanan-kiri-bawah)
* Times New Roman 12
* Spasi 2
5. Peserta mengirim berkas sebagai berikut :
* 2 rangkap hasil karya esai dalam bentuk hardcopy via pos dan dalam bentuk softcopy via email
* Fotocopy KTM untuk mahasiswa;
* Fotocopy Kartu Pelajar atau Kartu Keluarga untuk siswa SMA
* Pas foto 3×4, 2 lembar
* Fotocopy bukti pembayaran terakhir
6. Belum pernah dipublikasikan (orisinil);
7. Lomba tertutup untuk Panitia Festival Penulisan Esai.
8. Hadiah
Kategori SMA:
Juara 1 Netbook SONY Vaio VPCW21EAG (+ Win7 Starter)
Juara 2 Netbook HP Mini 210-1002TU (+Win XP Home)
Juara 3 Netbook BYON Chameleon N-610XP-GA (+ Win XP Home)
Kategori Mahasiswa:
Juara 1 Netbook SONY Vaio VPCW217AG (+ Win7 Starter)
Juara 2 Netbook TOSHIBA NB300-A102G (3G) (+Win7 Starter)
Juara 3 Netbook Netbook HP Mini 210-1002TU (+Win XP Home)
Para pemenang juga akan mendapatkan kesempatan magang di Komnas HAM ataupun lembaga-lembaga anggota jaringan Kelompok Kerja Pengungkapan
Kebenaran (KKPK) yang ada di Jakarta.
Materi-materi terkait penulisan esai dan informasi lebih lengkap bisa dilihat dalam blog:
<http://esaimelawanlupa.wordpress.com>
Email:
panitia.esai@gmail.com & panitia.esai@yahoo.com
Facebook:
Festival Esai “Kekerasan, Perdamaian dan Keindonesiaan”
Kepanitiaan Bersama:
Sekretariat: Jl. Madrasah IX No. 9A, Cawang Kavling, Jakarta Timur 13340, INDONESIA
Tel./Fax: (021) 8590 4403, Tel: 300-72278
–
Zico Mulia
Secretary, PEC (People’s Empowerment Consortium)
Assistant Secretary, KKPK (Kelompok Kerja Pengungkapan Kebenaran / Working Group for Truth Recovery)
May 16th, 2010 § 0
Ada buku menarik!
Guerrilla Advertising: Unconventional Brand Communications
Gavin Lucas and Michael Dorrian
The advertising industry is in a state of flux. In an age where we can choose what media we consume, the traditional channels of TV, press and poster are no longer always the most appropriate for a brand to reach its target audience. As a result, global brands are opting to implement ever more inventive and original schemes to get their products talked about. Microsoft covered Manhattan in butterfly stickers, Volkswagen made a Polo out of ice and parked it on a London street, and Adidas suspended two footballers high above the streets of Tokyo for a death-defying kickabout. This book shows the best international examples of the varied and inventive tactics that are being used today by big-name brands, non-profit organizations and individuals to promote themselves, their ideas and their products. More than 70 international campaigns are featured grouped according to their approach: Stunts, Street Propaganda, Sneaky Tactics, Site-specific campaigns and Multi-fronted attacks.
Gavin Lucas is Staff Writer at the leading monthly communication arts journal Creative Review. Michael Dorrian has been a designer since the 1990s. He has co-edited and designed numerous books, including the highly successful Business Cards (Laurence King).
Paperback
300 illustrations
192 pages
300 x 230 mm
ISBN 978 1 85669 470 4
Published July 2006
Contents:
1. Street Propaganda
2. Site-Specific Media
3. Sneaky Manoeuvres
4. Stunts
5. Multi-Fronted Attack
Harga bukunya: Rp 473.000,-. Tertarik? Sila pesan ke toko@aikon2.com.
May 1st, 2010 § 2
April 30th, 2010 § 2
April 30th, 2010 § 0
Wah, saya mau mampir ke Pasar Malam dulu, pak..
Pasar, malam? di mana itu ya?
Itu lho, di lapangan depan Perumahan Sawangan Permai?
Ooo.. Bazzaar? Itu ‘mah’ Bazzaar, bang!
Ya.. iya Bazzaar, pak.. Boleh?
Berhentilah pengemudi ojek itu di depan ‘bazzar’ yang dimaksud. Aku turun, membayar setengah tarif, karena baru setengah jalan menuju rumah.
Pasar malam itu sudah sepi dari pengunjung. Mungkin karena itu Hari Kamis, pukul 10-an malam. Tapi, masih ada anak-anak berkeliaran di sana. Bermain di kolam bola, memancing mainan dalam kolam plastik warna-warni, menonton ‘orang dewasa’ pacaran atau lempar gelang ke deretan botol.
Warna-warna cerah dari daster, selop, sampai Harum Manis tersebar di sekeliling area permainan yang juga diterangi lampu-lampu neon. Meriah, walau sepi pengunjung.